Powered By Blogger

Jumat, 30 Januari 2009

BACA & RENUNGKAN !!!!

Adalah seorang pemuda yang tengah berjalan- jalan ditepi hutan untuk mencari udara segar,

ketika dia tengah berjalan, tiba -tiba terdengarlah bunyi auman suara harimau...Auuuummmm... .!!!!!
Seekor harimau yang sedang lapar dan mencari mangsa untuk mengisi perutnya dan tiba-tiba sudah berada dihadapan pemuda.
Pemuda tadi karena takut, diapun berlari semampu dia bisa,
Harimau yang sedang lapar tentunya tidak begitu saja melepas mangsa empuk di depan matanya,

harimau itupun mengejar pemuda tadi.
Ditengah kepanikkannya, pemuda tadi masih sempat berdoa, agar diselamatkan dari terkaman harimau,
...rupanya doanya dikabulkan,

dalam pelariannya dia melihat sebuah sumur tua,

..terlintas dibenaknya untuk masuk kedalam sumur itu,

..karena harimau pasti tidak akan mengejarnya ikut masuk kesumur tersebut.

Beruntungnya lagi ternyata sumur tersebut ditengahnya ada tali menjulur ke bawah,

jadi pemuda tadi tidak harus melompat yang mungkin saja bisa membuat kakinya patah karena dalamnya sumur tersebut.

Tapi ternyata tali itu pendek dan takkan sanggup membantu dia sampai kedasar sumur,

hingga akhirnya dia bergelayut ditengah-tengah sumur,

ketika tengah bergelayut dia menengadahkan mukanya keatas
ternyata harimau tadi masih menunggunya dibibir sumur,
dan ketika dia menunduk kebawah, terdengar suara kecipak air,

..setelah diamati ternyata ada 2 ekor buaya yang ganas yang berusaha menggapai badannya,.

Ya Allah bagaimana ini, diatas aku ditunggu harimau,dibawah buaya siap menerkamku,

ketika dia tengah berpikir caranya keluar,

tiba-tiba dari pinggir sumur yang ada lobangnya keluarlah seekor tikus putih..ciiit...ciiit. .. ...ciit...yang naik meniti tali pemuda tadi dan mulai menggerogoti tali pemuda tadi,

... belum hilang keterkejutannya dari lobang satunya lagi muncul seekor tikus hitam
yang melakukan hal sama seperti tikus putih menggerogoti tali yang dipakai pemuda tuk bergelantungan.

Waduh ...jika tali ini putus, .habislah riwayatku dimakan buaya..!!!cemas dia berpikir,... jika aku naik keatas ....sudah pasti harimau menerkamku

jika menunggu disini...lama- lama tali ini akan putus dan buaya dibawah siap menyongsongku. ..

saat itulah dia mendengar dengungan rombongan lebah yang sedang mengangkut madu untuk dibawa kesarang mereka,
dia mendongakkan wajahnya keatas..

dan tiba-tiba jatuhlah setetes madu dari lebah itu langsung tertelan ke mulut pemuda tadi.

Spontan pemuda tadi berkata..
.
Subhanallah ..Alangkah manisnya madu ini,..
baru sekali ini aku merasakan madu semanis dan selezat ini....!!!

Dia lupa akan ancaman buaya dan harimau tadi.


Tahukah kamu, inti dari cerita diatas...???

Pemuda tadi adalah kita semua,

harimau yang mengejar adalah maut kita, ajal memang selalu mengejar kita.

Jadi ingatlah akan mati.

Dua ekor buaya adalah malaikat munkar dan nakir yang menunggu kita di alam kubur kita nantinya.

Tali tempat pemuda bergelayut adalah panjang umur kita,.

jika talinya panjang maka pendeklah umur kita, jika talinya pendek maka panjanglah umur kita.

Tikus putih dan tikus hitam adalah dunia kita siang dan juga malam yang senantiasa mengikis umur kita.

Diibaratkan di cerita tadi tikus yang menggerogoti tali pemuda.

Madu setetes adalah nikmat dunia yang hanya sebentar.

Bayangkan madu setetes tadi masuk ke mulut pemuda,
sampai dia lupa akan ancaman harimau dan buaya,
begitulah kita, ketika kita menerima nikmat sedikit, kita lupa kepada Tuhan.

Ketika susah baru ingat kepada Tuhan..

Selasa, 27 Januari 2009

TIGA LAMBANG, SATU TUJUAN



1. Apa itu lambang palang merah/bulan sabit merah/kristal merah?

Lambang palang merah/bulan sabit merah/kristal merah adalah Lambang Pembeda yang diakui oleh ketentuan internasional yaitu Konvensi Jenewa 1949 dan Protokol-protokol Tambahannya.


2. Apa fungsi lambang palang merah/bulan sabit merah/kristal merah?

Lambang palang merah/bulan sabit merah/kristal merah berfungsi sebagai:

a. Tanda pengenal pada masa damai


b. Tanda pelindung pada masa konflik bersenjata


3. Siapakah yang berhak menggunakan lambang palang merah/bulan sabit merah/kristal merah?


a. Personil medis dan rohaniwan angkatan bersenjata dari suatu negara.


b. Anggota Perhimpunan Nasional, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dan Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC).


4. Apa lambang pembeda yang digunakan oleh Indonesia?

Berdasarkan Perperti No. 1 tahun 1962, Indonesia menggunakan lambang palang merah sebagai lambang pembedanya. Lambang palang merah memiliki kedudukan dan fungsi yang sama dengan lambang bulan sabit merah atau kristal merah. Berdasarkan ketentuan internasional, setiap negara hanya boleh memilih satu lambang pembeda; palang merah, bulan sabit merah atau kristal merah. Dan, lambang-lambang pembeda hanya berhak digunakan oleh dinas medis angkatan bersenjata serta perhimpunan nasional di Indonesia. Yayasan, LSM, rumah sakit, klinik, apotek dsb, tidak memiliki hak untuk menggunakan lambang-lambang pembeda.


5. Apa perhimpunan nasional yang ada di Indonesia?

PMI adalah satu-satunya perhimpunan nasional di Indonesia. Didirikan pada 17 September 1945, berdasarkan Kepres No 25 tahun 1950 dan Kepres No 246 tahun 1963. Sebagai perhimpunan nasional, PMI bertugas membantu pemerintah (auxiliary function) dengan tetap menjaga kemandiriannya serta mematuhi semua peraturan yang berlaku di Indonesia. Berdasarkan ketentuan internasional, setiap negara hanya boleh mendirikan satu perhimpunan nasional.


6. Mengapa di suatu negara hanya boleh mendirikan satu perhimpunan nasional?

Disuatu negara hanya boleh ada satu perhimpunan nasional karena prinsip kesatuan (unity principles). Hal ini dinyatakan dalam pasal 4 Statuta Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Prinsip kesatuan dimaksudkan supaya ada kepastian hukum. Hal ini tidak menutup organisasi atau perhimpunan atau bentuk-bentuk lainnya yang menyelenggarakan kegiatan kemanusiaan tetapi mereka tidak boleh sekali-kali menggunakan lambang palang merah.


7. Apakah konsekuensi jika Indonesia mendirikan dua perhimpunan nasional dan mengakui dua lambang; palang merah plus lambang bulan sabit merah atau kristal merah sekaligus?

Penggunaan lambang palang merah oleh PMI, melekat pada penggunaan lambang palang merah sebagai tanda perlindungan oleh dinas medis angkatan bersenjata di Indonesia. Jika Indonesia mengakui lebih dari satu lambang selain palang merah dan mendirikan dua perhimpunan nasional selain PMI dengan lambang berbeda, maka Indonesia akan mengalami konsekuensi:


a. Indonesia dapat dikategorikan sebagai negara yang tidak mengindahkan Konvensi Jenewa tahun 1949 berikut semua Protokol Tambahannya. Padahal Indonesia telah meratifikasi Konvensi Jenewa tahun 1949 dan menyatakannya melalui UU No. 59 tahun 1958.


b. Indonesia dapat dikategorikan sebagai negara yang tidak mengindahkan Statuta Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah. Padahal Indonesia adalah negara yang berhak mendirikan perhimpunan nasional dan PMI sebagai perhimpunan nasional telah menjadi anggota dari Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) ke 68 sejak 16 Oktober 1950.


c. Jika Indonesia tidak mengindahkan butir a dan/atau butir b diatas maka konsekuensi lebih lanjut adalah, Indonesia tidak memenuhi persyaratan yang sah untuk menggunakan lambang palang merah/bulan sabit merah/kristal merah sebagai tanda pelindung untuk angkatan bersenjatanya dan tidak sah untuk membentuk suatu perhimpunan nasional, dengan lambang yang sama digunakan oleh dinas medis angkatan bersenjata sebagai tanda pengenalnya.


Tidak ada satu negara pun di dunia yang menggunakan lebih dari dari satu lambang pembeda untuk tanda perlindungan dinas medis angkatan bersenjatanya; yaitu lambang palang merah, lambang bulan sabit merah dan lambang kristal merah dalam waktu bersamaan.


Tidak ada satu negara pun yang membentuk dua perhimpunan nasional dengan dua lambang yang berbeda sebagai tanda pengenal dalam waktu bersamaan.


Salam Kemanusiaan,

SATU NEGARA !

SATU LAMBANG !

SATU GERAKAN !

Kamis, 22 Januari 2009

Kunjungan Konsulat Jenderal Amerika Serikat di SMAHASA




Penyerahan Buku "U.S NAVY A COMPLETE HISTORY"
Pada hari kamis (22/01) SMA Hang Tuah-1 kedatangan rombongan tamu dari konsulat jenderal AS. Kedatangan mereka disambut oleh perwakilan siswa-siswi SMA Hang Tuah-1 SMA Hang Tuah-2 dan SMA Hang Tuah-4 Surabaya yang kebetulan merupakan libur sekolah saat itu. Pagi hari itu para siswa, guru dan pihak Yayasan Hang Tuah mempersiapkan segala sesuatu dengan baik sebelum para rombongan datang. Setelah penyambutan para rombongan dibawa ke R.Lab Boilogi untuk melanjutkan acara lebih lanjut.



Sebelumnya telah dipersiapkan perwakilan siswi untuk menjadi pembawa acara dan guide para rombongan ketika berkeliling kompleks SMAHASA. Mereka adalah Khusnul dan Nira, siswi SMAHASA kelas XII A2, karena dinilai mereka mampu berbahasa inggris secara aktif, dan juga mereka adalah pemenang lomba Debat Bahasa Inggris tingkat SMA/SMA se-Yayasan Hang Tuah.



Genta Rambu A (tengah) menyerahkan lukisan hasil karyanya kepada Mrs. John Bird


Acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh Bapak Supadi Wardoyo dari pihak Yayasan Hang Tuah, kemudian Mr. John C. Taylor selaku Humas Konjen AS di Surabaya dan Mrs. John Bird, istri Mr John Bird, seorang petinggi Angkatan Laut di Amerika Serikat, sekaligus Konjen Amerika Serikat di Surabaya. Setelah itu dilakukan pertukaran cendera mata oleh kedua pihak. Pihak Konjen AS memberikan buku "U.S NAVY A COMPLETE HISTORY", yaitu buku tentang sejarah dan perkembangan Angkatan Laut di Amerika Serikar serta buku-buku yang mereka sumbangkan untuk perpustakaan SMA Hang Tuah-1. Kemudian pihak Hang Tuah memberikan sebuak lukisan hasil karya siswi SD Hang Tuah 10 bernama Genta Rambu A. berjudul "Semangat Belajar SD Hang Tuah 10 Juanda".


Setelah itu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, salah seorang siswa menanyakan mangapa rombongan memilih berkunjung ke SMA Hang Tuah-1 dibanding sekolah lainnya. "Ya, memang tepat sekali kami berkunjung ke SMA Hang Tuah-1 ini, karena sekolah ini merupakan naungan Angkatan Laut Indonesia, rombongan kami sendiri juga juga berasal dari U.S. NAVY." jawab John C. Taylor.



Konsulat Jenderal Amerika Serikat juga membuka program beasiswa untuk pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Amerika Serikat. Mereka dapat mendatangi International Village yang berada di Universitas Surabaya untuk konsultasi dan informasi lebih lanjut. Namun perlu ditekankan biaya perkuliahan di universitas di Amerika Serikat sangatlah mahal, oleh karena itu hal ini sangatlah kompetitif bagi siswa Indonesia yang hendak melanjutkan studi di Amerika Serikat.



Ketika disinggung tentang agresi tentara Israel di jalur Gaza, Palestina, John C. Taylor menyangkal adanya dukungan Amerika Serikat untuk Israel dalam agresi tersebut, ia juga menambahkan bahwa selama ini Amerika Serikat adalah negara pemberi donatur terbesar untuk rakyat Pelestina beberapa tahun terakhir, bahkan jumlah donasi yang mereka berikan lebih besar dibanding jumlah donasi yang dikumpulkan dari negara-negara di Asia.



Para rombongan juga diajak mengelilingi ruangan di SMA Hang Tuah-1 dan Nira sebagai guide yang akan menjelaskan setiap ruangan dengan menggunakan bahasa inggris. Setelah itu para rombongan menikmati jamuan makanan di Ruang Lobby kemudian sebelum kembali meninggalkan SMA Hang Tuah-1.




Mrs. Sonya Wilson (kiri), ketika menikmati jamuan makan bersama Nira sebagai guide, didampingi Bu Eva dan Pak Edi.


"Saya senang sekali telah berkunjung di sekolah ini, siswa dan gurunya sangat ramah dan menerima kami dengan senang hati" ujar Mrs John Bird sebelum meninggalkan SMA Hang Tuah-1.





pututrakhmad©2009

Rabu, 21 Januari 2009

Safe us from Pornography

Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.

Pornografi dewasa ini sudah menjadi hal yang wajar dan bahkan tidak ada yang kaget mendengarnya. Tak heran jika dikalangan remaja yang sedang dalam masa pendidikan mau tidak mau harus disodori dengan hal-hal yang semestinya belum mereka terima, dan bahkan sangat meracuni otak-otak para pelajar saat ini. Sungguh tragis memang jika para generasi-generasi penerus bangsa ini, imannya telah dirusak sejak mereka masih belia. Tidak mudah untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang telah diraih dengan susah payah oleh para pendahulu, apalagi dengan adanya globalisasi yang memudahkan bangsa ini mengalami banyak serangan dari berbagai pihak. Dan dengan mudahnya hal-hal yang berbau pornografi didapatkan dimana-mana dengan berbagai media.

Dengan berbagai alasan, apakah itu seni, hasil karya, teknologi ataupun animasi pornografi tetaplah RACUN. Dengan gamblangnya mereka “mengkambinghitamkan” kebebasan berekspresi sebagai “alat” untuk menolak RUU APP yang membatasi praktik yang melanggar susila tersebut. Indonesia ingin dijadikan sebagai negara sekuler yang memisahkan norma agama dan ketentuan dalam berbangsa dan bermasyarakat. Padahal sebagai bangsa timur Indonesia dikenal dan dihormati dunia Internasional karena memiliki kriteria sebagai negara beragama.


Hemat kita, pornografi di Indonesia sudah demikian parah. Oleh karena itu, pembuatan UU Pornografi dinilai sudah sangat mendesak. Jika tidak, dampak negatifnya sangat membahayakan masa depan bangsa, khususnya generasi muda kita.


Memang batasan pornografi sedikit membingungkan, termasuk di kalangan penegak dan praktisi hukum. Tahun 1970-an misalnya, menampakkan paha dan belahan dada saja sudah dinilai porno.

Namun kini, kelihatan pusar bahkan berpose semitelanjang pun dianggap model, bahkan dikategorikan foto seni. Masalah definisi porno inilah yang acapkali menimbulkan debat di kalangan elemen masyarakat. Apalagi, budaya yang berkembang di satu daerah dengan daerah ,lainnya pun berbeda.




Dengan bangganya siswi ini memamerkan auratnya yang semestinya tak ia pertontonkan untuk umum. entah apa yang ada di pikirannya.











Salah satu animasi telanjang yang mengatasnamakan seni yang cenderung bersifat pornografi dan sangat merusak moral


Sampai-sampai tak habis pikir dengan aksi penolakan terhadap pengesahan RUU APP beberapa waktu lalu. Agama adalah satu-satunya senjata ampuh untuk memerangi racun tersebut, tapi kemanakah ia saat ini. Alangkah ngerinya di akhir zaman kelak jika para pendukduknya sudah tak bermoral lagi, bahkan mulai dari tingkat remaja bahkan anak-anak.

Tidak bisa dikatakan bahwa permasalahan sebenarnya ada dalam diri lelaki yang tidak bisa mengendalikan hasrat alaminya, namun yang disalahkan adalah perempuan sebagai objek yang membuat lelaki bergairah. Pendidikan agama sebagai salah satu pilar moral sepertinya tidak bisa lagi mengajarkan pengendalian diri pada umat pengikutnya, terutama lelaki, karena tak ada badai tanpa angin, tak ada akibat tanpa adanya sebab, tanpa adanya bisnis pengelola pornografi, para produser bejat dan konsumen yang selalu haus akan produk-produk laknat tersebut.

Allhamdulillah dengan disahkannya RUU APP setidaknya bisa mengurangi peredaran pornografi dan pornoaksi di masyarakat. Peran masyarakat sangatlah perlu dilakukan, mengingat mesyarakatlah yang dekat dengan hal ini. Dan saya berharap RUU APP ini tidak hanya sebagai isapan jempol belaka, karena tak sedikit para wakil rakyat itu bahkan hobi dengan bisnis pelacuran. Ekonomi bukanlah masalah yang pantas dijadikan senjata berkembangnya bisnis pelacuran, melainkan AKHLAQ dan MORAL seseorang.

Saya adalah salah satu pelajar yang saat ini mengeluh dengan menjamurnya pornografi yang sudah tidak asing lagi bagi para pelajar seperti saya. Saya sangat berharap hentikan peredaran hal-hal yang berbau pornografi, tutup situs, blog yang menampilkan gambar, video atau teks berbau porno. Kami ini para pelajar, jauhkanlah kami dari dari hal-hal tersebut.

*)dengan kutipan dari berbagai sumber.