



a. Tanda pengenal pada masa damai
b. Tanda pelindung pada masa konflik bersenjata
"Saya senang sekali telah berkunjung di sekolah ini, siswa dan gurunya sangat ramah dan menerima kami dengan senang hati" ujar Mrs John Bird sebelum meninggalkan SMA Hang Tuah-1.
pututrakhmad©2009
Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan komunikasi lain melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang dapat membangkitkan hasrat seksual dan/atau melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat.
Pornografi dewasa ini sudah menjadi hal yang wajar dan bahkan tidak ada yang kaget mendengarnya. Tak heran jika dikalangan remaja yang sedang dalam masa pendidikan mau tidak mau harus disodori dengan hal-hal yang semestinya belum mereka terima, dan bahkan sangat meracuni otak-otak para pelajar saat ini. Sungguh tragis memang jika para generasi-generasi penerus bangsa ini, imannya telah dirusak sejak mereka masih belia. Tidak mudah untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang telah diraih dengan susah payah oleh para pendahulu, apalagi dengan adanya globalisasi yang memudahkan bangsa ini mengalami banyak serangan dari berbagai pihak. Dan dengan mudahnya hal-hal yang berbau pornografi didapatkan dimana-mana dengan berbagai media.
Dengan berbagai alasan, apakah itu seni, hasil karya, teknologi ataupun animasi pornografi tetaplah RACUN. Dengan gamblangnya mereka “mengkambinghitamkan” kebebasan berekspresi sebagai “alat” untuk menolak RUU APP yang membatasi praktik yang melanggar susila tersebut. Indonesia ingin dijadikan sebagai negara sekuler yang memisahkan norma agama dan ketentuan dalam berbangsa dan bermasyarakat. Padahal sebagai bangsa timur Indonesia dikenal dan dihormati dunia Internasional karena memiliki kriteria sebagai negara beragama.
Hemat kita, pornografi di Indonesia sudah demikian parah. Oleh karena itu, pembuatan UU Pornografi dinilai sudah sangat mendesak. Jika tidak, dampak negatifnya sangat membahayakan masa depan bangsa, khususnya generasi muda kita.
Memang batasan pornografi sedikit membingungkan, termasuk di kalangan penegak dan praktisi hukum. Tahun 1970-an misalnya, menampakkan paha dan belahan dada saja sudah dinilai porno.
Namun kini, kelihatan pusar bahkan berpose semitelanjang pun dianggap model, bahkan dikategorikan foto seni. Masalah definisi porno inilah yang acapkali menimbulkan debat di kalangan elemen masyarakat. Apalagi, budaya yang berkembang di satu daerah dengan daerah ,lainnya pun berbeda.
Dengan bangganya siswi ini memamerkan auratnya yang semestinya tak ia pertontonkan untuk umum. entah apa yang ada di pikirannya.
Salah satu animasi telanjang yang mengatasnamakan seni yang cenderung bersifat pornografi dan sangat merusak moral
Sampai-sampai tak habis pikir dengan aksi penolakan terhadap pengesahan RUU APP beberapa waktu lalu. Agama adalah satu-satunya senjata ampuh untuk memerangi racun tersebut, tapi kemanakah ia saat ini. Alangkah ngerinya di akhir zaman kelak jika para pendukduknya sudah tak bermoral lagi, bahkan mulai dari tingkat remaja bahkan anak-anak.
Tidak bisa dikatakan bahwa permasalahan sebenarnya ada dalam diri lelaki yang tidak bisa mengendalikan hasrat alaminya, namun yang disalahkan adalah perempuan sebagai objek yang membuat lelaki bergairah. Pendidikan agama sebagai salah satu pilar moral sepertinya tidak bisa lagi mengajarkan pengendalian diri pada umat pengikutnya, terutama lelaki, karena tak ada badai tanpa angin, tak ada akibat tanpa adanya sebab, tanpa adanya bisnis pengelola pornografi, para produser bejat dan konsumen yang selalu haus akan produk-produk laknat tersebut.
Allhamdulillah dengan disahkannya RUU APP setidaknya bisa mengurangi peredaran pornografi dan pornoaksi di masyarakat. Peran masyarakat sangatlah perlu dilakukan, mengingat mesyarakatlah yang dekat dengan hal ini. Dan saya berharap RUU APP ini tidak hanya sebagai isapan jempol belaka, karena tak sedikit para wakil rakyat itu bahkan hobi dengan bisnis pelacuran. Ekonomi bukanlah masalah yang pantas dijadikan senjata berkembangnya bisnis pelacuran, melainkan AKHLAQ dan MORAL seseorang.
Saya adalah salah satu pelajar yang saat ini mengeluh dengan menjamurnya pornografi yang sudah tidak asing lagi bagi para pelajar seperti saya. Saya sangat berharap hentikan peredaran hal-hal yang berbau pornografi, tutup situs, blog yang menampilkan gambar, video atau teks berbau porno. Kami ini para pelajar, jauhkanlah kami dari dari hal-hal tersebut.
*)dengan kutipan dari berbagai sumber.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi meningkat dengan pesat, terutama dalam hal jaringan komputer. Pada tahun 1988, jaringan komputer telah digunakan di universitas-universitas dan perusahaan. Salah satunya adalah jaringan internet.
Konsep jaringan lahir tahun 1940-an di Amerika Serikat dari proyek pengembangan komputer Modal I di laboraturium Bell juga dari grup riset Harvard University yang dipimpin Prof. Howard Aliken. Hingga akhirnya kini menjadi sebuah jaringan yang dapat mencakup seluruh belahan bumi, yang dapat dikelola oleh siapapun.
Saat ini jaringan internet dapat digunakan menjadi media apapun, bahkan tidak jarang kriminalitas terjadi melalui dunia maya ini. Seperti halnya pembobolan rekening dapat dilakukan melalui cara ini, yang paling tragis adalah masih banyaknya situs-situs pornografi yang beredar bebas di tengah ditegakkanya UU Anti Pornografi, menjadi konsumsi khalayak luas secara bebas. bahkan tak jarang para generasi muda teracuni otaknya.

Youth Center of Surabaya Youth Red Cross merupakan pengurus Palang Merah Remaja Kota Surabaya yang bertugas mengoordinir seluruh administrasi, kegiatan hingga keanggotaan seluruh palang merah remaja di Surabaya ini. Kepengurusan Youth Center of Surabaya Youth Red Cross direkrut dari para perwakilan anggota PMR se-Surabaya.
Pada hari Minggu (28/12) lalu diadakan seleksi kepengurusan untuk Youth Center of SYRC generasi ke-3.Acara seleksi diadakan di Markas PMI Cabang Kota Surabaya di jl. Sumatera 71 Surabaya yang sekaligus sekertariat Youth Center of SYRC. Acara yang dihadiri lebih dari 100 peserta seleksi tersebut hanya meloloskan 30 orang kandidat calon pengurus. Selanjutnya diadakan pemantapan calon pengurus pada 10-11 Januari 2009 di SMKN 5 Surabaya.
Kegiatan pemantapan dimulai pukul 15.00 WIB, pertama peserta dikumpuldan di Markas PMI Cabang Kota Surabaya kemudian diberangkatkan menuju SMKN 5 dengan berjalan kaki. Selanjutnya meraka menerima berbagai pelatihan oleh para pemateri dan senior mereka. "Youth Center adalah pemimpin, dengan bergabungnya kalian menjadi pengurus Youth Center berarti kalian harus siap menjadi pemimpin PMR se-Surabaya." ujar Dr.Ananto Sidohutomo,MARS selaku Pembina Relawan PMI Cabang Kota Surabaya yang sekaligus Pembina Youth Center of SYRC yang saat itu bertindak sebagai pemateri leadership. Selain Pembina Relawan turut hadir pula Koordinator PMR, Rudi Winarno, S.E , Koordinator TSR (Tenaga Suka Rela) dr. Seno Suharyo dan Staff Bidang Pendidikan & Pelatihan, Dasa Warsia A.
Setelah para pemateri, giliran para senior yang memberi bekal menat, tanggung jawab dan kepemimpinan meraka agar siap menghadapi kepengurusan selanjutnya dengan bijaksana. Sebelum acara pemantapan diakhiri, diadakan pemilhan Ketua Umum Youth Center of SYRC untuk masa bakti 2009-2010 mendatang, hingga terpilih Rosalia siswi SMAN 21 Sebagai Ketua Umum terpilih.

Dalam workshop ini, para peserta dijelaskan bahwa karir adalah keseluruhan pekerjaan baik digaji maupun tidak digaji; suatu proses belajar dan peran-peran yang disandang sepanjang hidup. Dalam dunia kerja, istilah karir dipandang sebagai slah satu proses dan pengembangan diri yang berkesinambungan. Oleh kerena itu, pemilihan karir harus dipersiakan mulai dini.
“Di My Future, kami hanya memperkenalkan jenis-jenis pekerjaan dan jurusan yang harus ditempuh. Di My Future 2 ini, kami menekankan pada pemilihan karir.” ujar Josephine M. Ratna, manajer AEC Surabaya yang saat itu menjadi pemateri.
Di sana, para peserta dilatih untuk mengenali bakat dan kemampuan, karena karir yang akan mereka tempuh nanti harus sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Kemudian peserta diminta membentuk kelompok untuk melakukan Career Discovery Game untuk lebih memahami tentang pengenalan karir dan keahlian yang dibutuhkan. Setelah itu mereka mendapat My Future Booklet secara cuma-cuma.
Para peserta juga diperkenalkan tentang pekerjaan yang jarang diketahui umum. Pada kesempatan itu juga hadir Shinta Nursimah selaku Auditory Verbal Therapist dari Yayasan Aurica yang bergerak di bidang konseling untuk anak-anak dengan gangguan pendengaran, sebagai pemateri. Auditory Verbal Therapist bakerja dengan menerapi anak-anak autis dan gangguan fungsi pendengaran. Profesi ini sangat diperlukan, namun sedikit sekali peminatnya.
Setelah mengikuti workshop, para peserta mengaku makin mantap dengan pilihan karirnya.

Judul buku : Maryamah Karpov
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Klub Sastra Bentang
Tahun terbit : Cetakan Pertama, November 2008
Jumlah halaman : 504 halaman
Ukuran : 20,5cm x 13cm
Harga : Rp.79.000, 00
“Kini Tuhan memeluk mimpiku. Detik ini di jantung Paris, di hadapan tonggak penjara Bastille, perlambang kebebasan, aku telah merdeka, tak goyah, tak pernah sedetikpun menyerah. Di sini, di atas nama harkat kaumku, martabat ayahku, kurasakan dalam aliran darahku saat nasib membuktikan sifatnya yang hakiki bahwa ia akan memihak para pemberani.”
Setelah kepulangan Ikal dari Perancis, dia masih belum menemukan A Ling. Mulai dari Italia, Rusia hingga Siberia telah ia jelajahi, namun A ling belum jua ia temukan. Sampai Ikal mendengar kabar bahwa ditemukan mayat seorang Hokian yang tubuhnya telah hancur ditemukan oleh nelayan. Kabarnya mayat lelaki Hokian itu mampunyai rajah bergambar kupu-kupu yang sama dimiliki oleh A Ling. Dari sinilah pencarian dimulai kembali.
Belakangan diketahui mayat tersebut dibunuh seorang lelaki bernama Tambok, seorang pemimpin lanun dari Kepulauan Batuan. Untuk mencapai sana, Ikal dibantu oleh para Laskar Pelangi untuk membuat sebuah perahu. Pertama yang Ikal lakukan ialah mengumpulkan data desain perahu, hidrodinamika, geometri dan tentang navigasi.
“Tempatkan dirimu sebagai ilmuwan, Boi, bukan sebagai pembuat perahu. Dengan ilmu perahumu akan lebih hebat daripada perahu Mapangi!” ujar Lintang. Hal ini berarti bahwa betapa kita harus menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dalam hal apapun. Dalam proses pembuatan perahu, Ikal mengalami hambatan yaitu kekurangan kayu seruk, satu-satunya kayu yang ada adalah dari sebuah perahu lanun yang terkubur bertahun-tahun di dasar Sungai Linggang. Untuk mengangkat perahu yang terkubur bertehun-tahun itu kembali ilmu pengetahuan harus digunakan, yaitu tentang fisika hidrodinamika. Akhirnya perahu Ikal telah rampung dibuat, perahu itu diberi nama “Mimpi-mimpi Lintang”, dan Ikal melakukan pencariannya ke Kepulauan Batuan.
Selain menceritakan tentang sebuah kebaranian, keteguhan hati dan kegigihan seorang anak manusia untuk melakukan sebuah pencarian seorang yang ia cintai, dan betapa kita harus menjunjung tunggi ilmu pengetahuan dalam berbagai hal, novel ini juga mengisahkan tentang kebudayaan masyarakat Melayu Belitong. Masyarakat yang tidak peduli akan perkembangan ilmu pengetahuan dan lebih mempertahankan adat dan kebiasaan mereka.
Novel Maryamah Karpov ini adalah buku keempat dari tetralogi laskar pelangi sekaligus karya pamugkasnya setelah Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan Edensor. Karya-karya ini mampu memadukan aspek sains, sosiologi orang Melayu dan edukasi serta betapa setiap kalimat yang diciptakan memiliki kekuatan sendiri.
pututrakhmad©2008