Powered By Blogger

Kamis, 01 Januari 2009

Akhir Sebuah Pencarian




Judul buku : Maryamah Karpov

Penulis : Andrea Hirata

Penerbit : Klub Sastra Bentang

Tahun terbit : Cetakan Pertama, November 2008

Jumlah halaman : 504 halaman

Ukuran : 20,5cm x 13cm

Harga : Rp.79.000, 00


“Kini Tuhan memeluk mimpiku. Detik ini di jantung Paris, di hadapan tonggak penjara Bastille, perlambang kebebasan, aku telah merdeka, tak goyah, tak pernah sedetikpun menyerah. Di sini, di atas nama harkat kaumku, martabat ayahku, kurasakan dalam aliran darahku saat nasib membuktikan sifatnya yang hakiki bahwa ia akan memihak para pemberani.”

Setelah kepulangan Ikal dari Perancis, dia masih belum menemukan A Ling. Mulai dari Italia, Rusia hingga Siberia telah ia jelajahi, namun A ling belum jua ia temukan. Sampai Ikal mendengar kabar bahwa ditemukan mayat seorang Hokian yang tubuhnya telah hancur ditemukan oleh nelayan. Kabarnya mayat lelaki Hokian itu mampunyai rajah bergambar kupu-kupu yang sama dimiliki oleh A Ling. Dari sinilah pencarian dimulai kembali.

Belakangan diketahui mayat tersebut dibunuh seorang lelaki bernama Tambok, seorang pemimpin lanun dari Kepulauan Batuan. Untuk mencapai sana, Ikal dibantu oleh para Laskar Pelangi untuk membuat sebuah perahu. Pertama yang Ikal lakukan ialah mengumpulkan data desain perahu, hidrodinamika, geometri dan tentang navigasi.

Tempatkan dirimu sebagai ilmuwan, Boi, bukan sebagai pembuat perahu. Dengan ilmu perahumu akan lebih hebat daripada perahu Mapangi!” ujar Lintang. Hal ini berarti bahwa betapa kita harus menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dalam hal apapun. Dalam proses pembuatan perahu, Ikal mengalami hambatan yaitu kekurangan kayu seruk, satu-satunya kayu yang ada adalah dari sebuah perahu lanun yang terkubur bertahun-tahun di dasar Sungai Linggang. Untuk mengangkat perahu yang terkubur bertehun-tahun itu kembali ilmu pengetahuan harus digunakan, yaitu tentang fisika hidrodinamika. Akhirnya perahu Ikal telah rampung dibuat, perahu itu diberi nama “Mimpi-mimpi Lintang”, dan Ikal melakukan pencariannya ke Kepulauan Batuan.

Selain menceritakan tentang sebuah kebaranian, keteguhan hati dan kegigihan seorang anak manusia untuk melakukan sebuah pencarian seorang yang ia cintai, dan betapa kita harus menjunjung tunggi ilmu pengetahuan dalam berbagai hal, novel ini juga mengisahkan tentang kebudayaan masyarakat Melayu Belitong. Masyarakat yang tidak peduli akan perkembangan ilmu pengetahuan dan lebih mempertahankan adat dan kebiasaan mereka.

Novel Maryamah Karpov ini adalah buku keempat dari tetralogi laskar pelangi sekaligus karya pamugkasnya setelah Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan Edensor. Karya-karya ini mampu memadukan aspek sains, sosiologi orang Melayu dan edukasi serta betapa setiap kalimat yang diciptakan memiliki kekuatan sendiri.



pututrakhmad©2008