Powered By Blogger

Kamis, 28 Mei 2009

Ini adalah awal...


Tanggal 3 mei, aku ikut try out yang diadain FKp Unair sama temen sekelasku:Novia. Seperti janjiku, pagi itu aku jemput dia dari rumahnya, ters langsung cabut ke lokasi. Ternyata,,,Dieeenggg,, disana masih sepi peserta, paling cuman orang-orang yang rekreasi di danau depan rektorat bersama keluarga. Kita berdua kemudian registrasi dan ternyata ada al yang mengejutkan untuk kedua kalinya, kita berdua adalah peserta ke dua belas dan tiga belas, dari tiga belas peserta dari kelompok IPA. Setelah dapet pin, stiker dan nomer peserta kita berdua cabut ke danau sambil nunggu tru out dimulai, soalnya masih satu jam lagi mulainya..

Try out dimulai, dan bla-bla-bla semua terjadi begitu aja sampai bel selesai, LJK dikumpulkan dan lagi-lagi nunggu, jawaban dikoreksi, sambil berangan-angan andai esok aku dapat kuliah disini, HHhhmm...

4 mei, pagi ini hari pertama ujian sekolah, pelajarannya Agama, tempat duduknya sama seperti Unas kemaren, tapi ada satu yang spesial di hari itu untukku: ini adalah hari terakhirku berkumpul bersama para sahabat sekelasku karena nanti siang aku mesti ke asrama haji untuk mengikuti serangkaian acara karantina BMU I untuk persiapan ujian pmdk-prestasi Unair. Hhhuu... jadi sedih..

Meski sedih, aku sedikit sebel dengan keputusam sekolah yang tidak mengijinkan aku mengikuti ujian susulan, yang bener aja ? Nggak mun kin aku ninggalin bimbel di asrama. Setelah proses panjang akhirnya disepakati aku tetap ikut ujian sekolah pada hari yang sama namun ada kelonggaran, aku mengikuti ujian mulai jam dua belas siang. Aku sedikit lega.

Kampus C Unair, tepatnya di Student Center, tempat aku dan para saudara baruku peserta BMU I dikumpulkan sebelum bertolah ke asrama haji untuk proses selanjutnya. Disana kami saling berkenalan, pengalaman baru ketika aku berkumpul dengan teman sebaya dari seluruh pelosok jawa, tumplek bleg disini dengan berbagai ciri khas, ekspresi dan tabiat dari etik mereka masing-masing, tapi mayoritas tetep. jawa timur. Aku sedikit asing dengan kesan awal mereka, mulai dari gaya bicara sampai tingkah laku, satu hal yang bisa aku gambarkan untuk mereka saat itu "rural" (baca: "ndeso"). Aku tak tahan dengan medhok omongan mereka, mereka juga membawa kosakata-kosakata yang asing dan tak ku kenal sebelumnya.

Sedidik aku cerita tentang KAPP, komisi advokasi pemerataan pendidikan yang didirikan oleh BEM Unair dan beranggotakan delapan orang. Tugas mereka disini adalah membantu para calon mahasiswa unair dari kalangan kebawah namun berprestasi. Hal ini adalah tindak lanjut dari efek penolakan kenaikan SPP untuk mahasiswa angkatan 2009 sebesar 80%. Mereka juga berdelapan juga yang mengupayakan beasiswa "full scholarship" untuk kita, jadi kita nggak boleh nyia-nyiain kesempatan ini dengan memanfaatkan secara optimal. Ok I'll do it .

Ini adalah awal perjalananku menjadi mahasiswa unair dan mendapat beasiswa tersebut, tunggu posting selanjutnya ya, aku bakal cerita tentang para saudaraku di asramah kemaren.

"Usaha manusia yang mereka lakukan untuk mencapai kesuksesan hanyalah tak lebih dari satu persen, sisanya adalah campur tangan Allah SWT, namun 99% tanpa 1% mustahil untuk mencapai keberhasilan."