Seharusnya aku sudah mampu merelakan kepergiannya bersama yang lain.
Seharusnya sudah tidak ada lagi persasaan cemburu yang aku pendam.
Seharusnya aku sudah tidak memikirkannya lagi.
Seharusnya aku sudah membuang semua cerita yang telah kita alami.
Seharusnya, ----
dan kini seharusnya aku bisa..!!!
Saya benar-benar tidak mengira akan menjadi seperti ini...!!
Sekali lagi orang yang aku anggap sebagai teman justru memperparah kondisiku,
sepertinya dia sengaja membiarkanku untuk tak mampu berdiri, pulih dalam luka ini.
Seolah seperti menyayat sebuah luka yang masih meradang.
Sungguh aku tidak mengerti dan menganggap ini hanyalah sebuah lelucon,
kalian berhasil tertawa kawan, KALIAN BERHASIL MENERTAWAKAN AKU..!!
Kalau tertawa itu yang menjadikan kalian terhibur, kalian juga akan merasakan bagaimana rasanya tertawa dalam kepedihan.
Aku menyadari semua ini memang terasa lucu, terbalut dengan senyuman akan dirimu yang menyiksaku.
Apakah bukan sebuah lelucon apabila suat kebodohan yang kini sedang aku lakukan berulang-ulang.
Suatu kebodohan yang terus saja aku lakukan, yang aku pertontonkan,
dan aku sungguh menikmati dalam kepedihannya.
Tiba-tiba terputarlah dari pemutar musik,
sebuah lagu legenda
Nat King Cole,
-When I Fall in Love-
Larutlah semua rasa ini dalam keheningan malam.
Mencoba menenangkan hati yang bergejolak,
hingga terucap sebuah lirik yang sangat menggertak,
When I give my heart, it will be completely
Aku sangat menyadari bahwa hidup ini belumlah lengkap, terlebih sempurna.
Karena sama sekali aku tidak mengerti,
kepada siapa aku memberikan hati ini?
Seperti sebuah kebodohan yang aku lakukan berulang-ulang,
berulang-ulang pula aku tak jemu memutar lagu ini,
dengan sebuah harapan tentramlah hati ini,
paling tidak sebelum hari berganti.
Namun aku tak menyadari,
sebua kalimat lirik yang membuat aku terkejut,
Love is ended before it's begun
Seketika aku remuk kembali ...
