Beberapa hari yang lalu, aku dengar langsung darimu. Sebuah pernyataan yang membuatku haru beku, yang terbalut dengan manisnya kata maaf, yang terasa terus menerus menghujani jantungku dengan tikaman pisau yang dia genggam.
Aku tahu semua tentang hal itu, aku tahu semuanya dari awal, dan aku telah mempersiapkannya matang-matang. Mempersiapkan diri kehilangan dirimu. Namun, aku gagal untuk kesekian kalinya, ketika semua itu terjalin begitu indah, tanpaku. Aku remuk.
Tidak ada yang salah dengan semua ini, terlebih juga pada sikapmu padaku. Meskipun ada kesalahan, sungguh aku tidak pernah menganggap itu sebuah kesalahan karena kau telah memberi ku cara merasakan dan menghargai cinta.
Aku tahu engkau sudah muak akan sikapku padamu selama ini. Hanya kata maaf yang teramat sangat mendalam yang bisa aku ungkapkan, maaf karena aku salah mengartikan sikap indahmu, maaf karena aku terlalu banyak berharap kau mau kepadaku, maaf karena aku terlalu memaksa dan menunggu sesuatu yang aku pun menyadari itu bukanlah hak yang semestinya aku dapatkan.
Sungguh aku tidak akan pernah menyesali semua ini, semua kecewa, semua rasa indah, semua rasa remuk redam. Biarlah kini kau jalani hari-hari yang lebih indah bersamanya, dan ijinkan aku menghapus semua kenangan indah bersamamu. Karena akan menjadi sangat menyakitkan bila kenangan indah itu terus menerus membayangi diriku, sementara aku tak mampu lagi menikmati indahnya bersama denganmu.
Mungkin duri kepedihan yang menancap ini, semua yang terjadi diantara aku dan engkau, juga dia. Membuat kita menjadi dewasa.
Biarlah aku kini belajar bagaimana menikmati malam, tanpa ada dirimu yang menemani, menikmati pagi tanpa sambutan hangatmu, melewati hari-hari sulit tanpa kau yang menopang hidup. Hingga tidak ada lagi kesempatan aku jalan berdua denganmu, menghabiskan waktu seharian dengan penuh kebahagiaaan tanpa ada status apapun yang mengikat kita berdua.
Hingga akhirnya aku meminta ijin untuk melupakan dirimu dari hidupku. Semoga aku mampu. +_+
Aku tahu semua tentang hal itu, aku tahu semuanya dari awal, dan aku telah mempersiapkannya matang-matang. Mempersiapkan diri kehilangan dirimu. Namun, aku gagal untuk kesekian kalinya, ketika semua itu terjalin begitu indah, tanpaku. Aku remuk.
Tidak ada yang salah dengan semua ini, terlebih juga pada sikapmu padaku. Meskipun ada kesalahan, sungguh aku tidak pernah menganggap itu sebuah kesalahan karena kau telah memberi ku cara merasakan dan menghargai cinta.
Aku tahu engkau sudah muak akan sikapku padamu selama ini. Hanya kata maaf yang teramat sangat mendalam yang bisa aku ungkapkan, maaf karena aku salah mengartikan sikap indahmu, maaf karena aku terlalu banyak berharap kau mau kepadaku, maaf karena aku terlalu memaksa dan menunggu sesuatu yang aku pun menyadari itu bukanlah hak yang semestinya aku dapatkan.
Sungguh aku tidak akan pernah menyesali semua ini, semua kecewa, semua rasa indah, semua rasa remuk redam. Biarlah kini kau jalani hari-hari yang lebih indah bersamanya, dan ijinkan aku menghapus semua kenangan indah bersamamu. Karena akan menjadi sangat menyakitkan bila kenangan indah itu terus menerus membayangi diriku, sementara aku tak mampu lagi menikmati indahnya bersama denganmu.
Mungkin duri kepedihan yang menancap ini, semua yang terjadi diantara aku dan engkau, juga dia. Membuat kita menjadi dewasa.
Biarlah aku kini belajar bagaimana menikmati malam, tanpa ada dirimu yang menemani, menikmati pagi tanpa sambutan hangatmu, melewati hari-hari sulit tanpa kau yang menopang hidup. Hingga tidak ada lagi kesempatan aku jalan berdua denganmu, menghabiskan waktu seharian dengan penuh kebahagiaaan tanpa ada status apapun yang mengikat kita berdua.
Hingga akhirnya aku meminta ijin untuk melupakan dirimu dari hidupku. Semoga aku mampu. +_+
