Powered By Blogger

Rabu, 16 Mei 2012

:w &:¤ = :`((

Kawan, ternyata akhirnya aku merasakan juga patah hati. Sumpah, sakit. Mungkin beberapa kali yang lalu aku pernah dilanda masalah yang teramat rumit, tapi itu sudah biasa, aku sudah beberapa kali melewatinya dan mungkin hanya sampai di otak, sakitnya. Tapi ini beda kawan, tidak lagi kepala yang dipusingkan dengan berbagai masalah, ancaman, dan yang lain. Ini sudah bermain dengan hati, dan rasanya lebih sakit.

Sebenarnya sungguh aku tidak menyangka, aku tidak ingin terlibat terlalu dalam seperti ini. Sungguh..
Mungkin kalau dia sudah kasih sinyal negatif, pasti aku tidak akan terlalu jauh dalam hubungan ini, tapi dia sungguh membingungkan.

Sama sekali aku tidak menyalakan siapapun yang terlibat dalam hubungan hingga sejauh ini.
Masya Allah, saat ini aku masih belum bisa lupa akan waktu itu, memang diantara kita sama sekali anpa hubungan, inilah yang menjadi asal muasal.

Aku mengira, dan sangat yakin perasaan ini tidaklah bertepuk sebelah tangan lagi untuk kesekian kalinya, hingga cerita demi cerita itupun tertulis. Kado terindah yang kamu berikan, jelas itu terlalu istimewa untuk diberikan hanyalah kepada seorang "teman", maka tak salah kalau aku akhirnya yakin perasaan ini tidak bertepuk sebelah tangan.

Suatu ketika aku beranikan ungkapkan perasaan ini, dengan keyakinan yang teramat, dan harapan yang menggelora, Bismillah. Dan untuk kesekian kalinya, nihil.

Kau memintaku untuk tidak berubah, kau pula tidak berubah dalam sikap yang kau tunjukkan kepdaku, dan mungkin semakin dalam aku salah megira untuk kedua kalinya. Kau dan aku malah jauh lebih dekat menjalani hari-hari. Akupun mengira ada secercah harapan, hingga rela diri ini menanti dan terlena sekian lama. Inilah yang membuat aku terjatuh terlalu dalam saat ini. Sempat kucoba menjauh dari dirimu, hasilnya, engkau mendekat seolah tak ingin jauh dari aku, sekali lagi ternyata aku salah mengartikan sikap indah ini. Sungguh aku ingin mengakhiri hubungan tanpa status ini.

Beberapa saat yang lalu, aku sengaja menyulut api, aku tahu engkau sudah memiliki kekasih yang kau inginkan, untuk itu aku ingin segera menyudahi sikapku dan sikapmu yang terjalin selama ini. Tapi waktu yang terjadi akhir-akhir ini terasa begitu cepat, kau sudah nyaman berdua dengan lelaki lain. Syukurlah kalau begitu, meskipun dala hati aku tak rela karena lelaki yang kau pilih tidak lebih baik dari diriku. Dalam hati, biarlah kau merasakan apa yang sudah menjadi pilihanmu, aku menduga kau akan merasakan patah hati yang aku alami sekarang oleh dia. Biarlah kau merasakan nanti, agar kamu cukup untuk tidak memberi harapan-harapan kepada orang lain. Tapi entah mengapa aku masih belum rela dan sakit ketika melihat kalian berdua bermesra.

Aku bukan orang yang sejahat itu, karena aku sayang kepadamu, aku sungguh tidak tega melihat kau menderita nantinya. Ya Allah semoga apa yang aku takutka tidak terjadi, semoga dia tidak merasakan sakit yang aku rasakan sekarang ini. Berilah kebahagian padanya Ya Allah.


#untuk dirimu yang bahagia disana, aku tahu kalau kamu tidak memilih aku, akupun tau kalau aku sangat salah mengartikan sikapmu kepadaku, akupun tahu kalau aku sangat sakit kehilangan dirimu, aku pun tahu ini terbaik untuk kita.
Ya Allah berilah kerelaan dan kelapangan hati ini menghadapi ini.  Berikan aku kekuatan untuk bangkit, berikan dia kebahagiaan yang memang dia pantas untuk memilikinya.

:w & :¤ = :`((