tidak ada yang bisa memahami sikapmu hari ini,
atau saat kemarin, saat kau belum menemuiku.
aku dan kamu hanyalah buaian tanpa sebab,
ketika semua berkumpul memadu, terlihat aku terbelenggu
atau mengenai mimpiku minggu lalu
atau hanyalah sebuah ketakutanku
sebuah tangis yang menyeruak
seketika semua terhentak
aku sangat paham dengan perjanjian kita waktu itu
dan aku hari ini juga sangat paham
dengan segala yang terjadi hari ini
mengenai ke-egois-anku
mungkin sebaiknya kita seperti demikian
berjalan dengan sejuta angan
tanpa tangan kita yang saling bertautan
saling menggenggam
menjadi membingungkan ketika dia melintas diperkataanmu
semakin membingungkan ketika menjadi perhatianmu
dan aku semakin meragu atas diriku dihadapmu
hingga semua terjadi dengan segala prasangka
# hingga saat inipun aku belum mampu
atau memang aku tidak pantas untuk mampu
membaca dan mengalihkan untuk aku
menatap dan menujukan untuk kamu
kita yang saling berbaur bersama repihan kenangan
janji dengan angan mengenai masa depan
apapun yang kamu pahami tentang aku
JANGAN TINGGALKAN AKU..!!!
Senin, 18 Februari 2013
Senin, 21 Januari 2013
Mungkin, dan selamanya mungkin akan tetap mungkin
Berada di ketidak-tahuan-ku hingga seolah semua terasa satu.
Gundah, senang, bahagia itu hanyalah bualan lalu, yang hanya memikirkan suatu egosi hingga menjadi Raja.
Padahal ada yang lebih berbahagia dibanding apa yang aku rasakan saat ini,
ada pula yang lebih menderita dari yang pernah aku alami.
Terlambat bukan suatu kata yang tepat untuk saat ini.
Bukan pula menjadi mesin waktu yang bisa membolak-balikkan Hati.
Tapi juga suatu penyesalan, yang tanpa kau sadari akupun terlibat di dalamnya
tentang seseorang yang membuka matanya dan mengetahui bahwa ia terjaga di tengah malam,
berharap pagi segera datang karena ia baru saja melewatkan sang Siang.
aku, kamu, kita memang tidak pernah tau,
sama-sekali tidak pernah tau.
Mungkin esok hari, kemudian, aku tak mengerti
mengenai waktu yang menyatukan kita
atau mungkin pada fase berikutnya, atau menunggu hingga kita satu pada alam yang berbeda.
Mungkin, dan selamanya akan tetap mungkin
aku tak mampu menjawab--
Gundah, senang, bahagia itu hanyalah bualan lalu, yang hanya memikirkan suatu egosi hingga menjadi Raja.
Padahal ada yang lebih berbahagia dibanding apa yang aku rasakan saat ini,
ada pula yang lebih menderita dari yang pernah aku alami.
Terlambat bukan suatu kata yang tepat untuk saat ini.
Bukan pula menjadi mesin waktu yang bisa membolak-balikkan Hati.
Tapi juga suatu penyesalan, yang tanpa kau sadari akupun terlibat di dalamnya
tentang seseorang yang membuka matanya dan mengetahui bahwa ia terjaga di tengah malam,
berharap pagi segera datang karena ia baru saja melewatkan sang Siang.
aku, kamu, kita memang tidak pernah tau,
sama-sekali tidak pernah tau.
Mungkin esok hari, kemudian, aku tak mengerti
mengenai waktu yang menyatukan kita
atau mungkin pada fase berikutnya, atau menunggu hingga kita satu pada alam yang berbeda.
Mungkin, dan selamanya akan tetap mungkin
aku tak mampu menjawab--
Jumat, 01 Juni 2012
Aku bukan tanpa perasaan
Aku tidak pernah mengerti dengan apa yang direncanakan oleh Tuhan kepadaku, dan kepada orang disekitarku..
Akupun tidak mengerti, hal yang terjadi hari ini...
Ini sungguh menyiksaku, dengan cara tidak langsung, ini bukanlah sebuah balas dendam atas apa yang telah kau dan mereka lakukan kepadaku..
Secara tidak langsung ini menyiksaku juga..
kesedihanya membuat kamu ikut merasakan kesedihan pula, dan aku tak sanggup untuk melihatmu dengan wajah seperti itu..
Bukan ini,,, bukan ini caranyaaa..!!!
Minggu, 27 Mei 2012
sama seperti dia
Tidak banyak yang berbeda darimu dan dari dirinya
termasuk apa yang telah kalian berikan kepadaku
Sama...
sama-sama berasal dari dua..
yang kalian sudah mengetahui bila aku
tak akan pernah mendapatkan kata dua
meskipun tiga pula tak kunjung kutemui...
Dimanakah enam yang selalu berulang??
Seolah menghilang dan berganti yang lain..
memang suatu kebetulan kita bertemu
dan bukanlah kebetulan pula kita tidak bertemu
jadi tidak akan bisa kita bertemu
bila semua direncanakan..
termasuk apa yang telah kalian berikan kepadaku
Sama...
sama-sama berasal dari dua..
yang kalian sudah mengetahui bila aku
tak akan pernah mendapatkan kata dua
meskipun tiga pula tak kunjung kutemui...
Dimanakah enam yang selalu berulang??
Seolah menghilang dan berganti yang lain..
memang suatu kebetulan kita bertemu
dan bukanlah kebetulan pula kita tidak bertemu
jadi tidak akan bisa kita bertemu
bila semua direncanakan..
Sabtu, 19 Mei 2012
Berulang lagi malam ini
Seharusnya aku sudah mampu merelakan kepergiannya bersama yang lain.
Seharusnya sudah tidak ada lagi persasaan cemburu yang aku pendam.
Seharusnya aku sudah tidak memikirkannya lagi.
Seharusnya aku sudah membuang semua cerita yang telah kita alami.
Seharusnya, ----
dan kini seharusnya aku bisa..!!!
Saya benar-benar tidak mengira akan menjadi seperti ini...!!
Sekali lagi orang yang aku anggap sebagai teman justru memperparah kondisiku,
sepertinya dia sengaja membiarkanku untuk tak mampu berdiri, pulih dalam luka ini.
Seolah seperti menyayat sebuah luka yang masih meradang.
Sungguh aku tidak mengerti dan menganggap ini hanyalah sebuah lelucon,
kalian berhasil tertawa kawan, KALIAN BERHASIL MENERTAWAKAN AKU..!!
Kalau tertawa itu yang menjadikan kalian terhibur, kalian juga akan merasakan bagaimana rasanya tertawa dalam kepedihan.
Aku menyadari semua ini memang terasa lucu, terbalut dengan senyuman akan dirimu yang menyiksaku.
Apakah bukan sebuah lelucon apabila suat kebodohan yang kini sedang aku lakukan berulang-ulang.
Suatu kebodohan yang terus saja aku lakukan, yang aku pertontonkan,
dan aku sungguh menikmati dalam kepedihannya.
Tiba-tiba terputarlah dari pemutar musik,
sebuah lagu legenda
Nat King Cole,
-When I Fall in Love-
Larutlah semua rasa ini dalam keheningan malam.
Mencoba menenangkan hati yang bergejolak,
hingga terucap sebuah lirik yang sangat menggertak,
When I give my heart, it will be completely
Aku sangat menyadari bahwa hidup ini belumlah lengkap, terlebih sempurna.
Karena sama sekali aku tidak mengerti,
kepada siapa aku memberikan hati ini?
Seperti sebuah kebodohan yang aku lakukan berulang-ulang,
berulang-ulang pula aku tak jemu memutar lagu ini,
dengan sebuah harapan tentramlah hati ini,
paling tidak sebelum hari berganti.
Namun aku tak menyadari,
sebua kalimat lirik yang membuat aku terkejut,
Love is ended before it's begun
Seketika aku remuk kembali ...
Seharusnya sudah tidak ada lagi persasaan cemburu yang aku pendam.
Seharusnya aku sudah tidak memikirkannya lagi.
Seharusnya aku sudah membuang semua cerita yang telah kita alami.
Seharusnya, ----
dan kini seharusnya aku bisa..!!!
Saya benar-benar tidak mengira akan menjadi seperti ini...!!
Sekali lagi orang yang aku anggap sebagai teman justru memperparah kondisiku,
sepertinya dia sengaja membiarkanku untuk tak mampu berdiri, pulih dalam luka ini.
Seolah seperti menyayat sebuah luka yang masih meradang.
Sungguh aku tidak mengerti dan menganggap ini hanyalah sebuah lelucon,
kalian berhasil tertawa kawan, KALIAN BERHASIL MENERTAWAKAN AKU..!!
Kalau tertawa itu yang menjadikan kalian terhibur, kalian juga akan merasakan bagaimana rasanya tertawa dalam kepedihan.
Aku menyadari semua ini memang terasa lucu, terbalut dengan senyuman akan dirimu yang menyiksaku.
Apakah bukan sebuah lelucon apabila suat kebodohan yang kini sedang aku lakukan berulang-ulang.
Suatu kebodohan yang terus saja aku lakukan, yang aku pertontonkan,
dan aku sungguh menikmati dalam kepedihannya.
Tiba-tiba terputarlah dari pemutar musik,
sebuah lagu legenda
Nat King Cole,
-When I Fall in Love-
Larutlah semua rasa ini dalam keheningan malam.
Mencoba menenangkan hati yang bergejolak,
hingga terucap sebuah lirik yang sangat menggertak,
When I give my heart, it will be completely
Aku sangat menyadari bahwa hidup ini belumlah lengkap, terlebih sempurna.
Karena sama sekali aku tidak mengerti,
kepada siapa aku memberikan hati ini?
Seperti sebuah kebodohan yang aku lakukan berulang-ulang,
berulang-ulang pula aku tak jemu memutar lagu ini,
dengan sebuah harapan tentramlah hati ini,
paling tidak sebelum hari berganti.
Namun aku tak menyadari,
sebua kalimat lirik yang membuat aku terkejut,
Love is ended before it's begun
Seketika aku remuk kembali ...

